Senin, 17 Februari 2014

Hujan Abu~~



Assalmaualaikum sahabat :)
Sahabat, hari ini ada sebuah peristiwa yang terjadi. Segala rencana hari ini semua tertunda. Allah berkehendak lain, sahabat. Gunung Kelud di kediri meletus dan Yogyakarta (kotaku berada saat ini) terkena dampaknya, hujan abu melanda kota ini. Ya, memang jarak antara Kediri dengan Yogya sekitar 300 km, namun arah abu vulkanik ini terbang menjauh ke arah barat daya, sehingga terjadilah hujan abu disini...
Sahabat, sebenarnya ada cerita yang cukup lucu pagi tadi dan akan aku ceritakan disini :)
Pagi itu aku bangun seperti biasa, setelah sholat shubuh dan membaca Al-Kahfi (hari ini hari Jumat kan? :)), aku berencana untuk menyetrika sebelum berangkat kuliah. Ya hari ini aku ada kuliah pukul 07.30, karena saat itu masih sekitar jam setengah 6 aku pun memutuskan untuk menyetrika dahulu –pakaian yang menumpuk itu sudah memanggil-manggil minta di setrika- Setelah menyetrika aku berniat mandi dan bersiap-siap menuju kampus. Namun, tiba-tiba ada sms masuk yang memberitahu bahwa nomor sekian menghubungi anda. Setelah ku perhatikan ternyata itu nomor mamaku. Aku sempat heran juga ada apa telpon pagi-pagi dan kenapa kok HP ku tidak bisa menerima telpon. Akhirnya, aku misscall mama. Setelah aku misscall barulah mama bisa menelponku. Percakapan antara aku, mama, dan ibu kos (lho kok ada ibu kos? Nanti aku ceritakan hehe)
Mama           : “Kok tadi di telpon tidak bisa?”
Aku             : “Iya, gak tau, Mah. Hpnya gak dede matiin kok. Ada apa, Mah?”
Mama           : “Disana hujan abu gak?”
Aku             : “Hujan abu?” (jujur saat itu aku bingung ditanya tentang hujan abu)
Saat itu ternyata ibu kos sedang berada di dekat kamarku sehingga dapat mendengar percakapanku dengan mama.
Ibu kos         : “Iya mbak sedang hujan abu. Gunung Kelud meletus”
Kalian bayangkan perasaanku pada saat itu. Aku yang sedang di Yogya malah tidak tahu apa-apa justru diberitahu sama mama yang berada di Tangerang tentang hujan abu ini. Mama memang the best.
Aku           : “Eh iya mah, kata ibu hujan abu.” (pantas saja, tadi aku memang sempat berpikir kok gelap sekali, ah mungkin diluar mendung. Anggapanku sebelum mengetahui bahwa sedang hujan abu)
Mama              : “Iya kan? Mama tadi liat di berita katanya Yogya terkena hujan abu. Kamu kuliahnya gimana?”
Aku                 : “Iya gak tau, Mah. Nanti tanya temen dulu...”
Mama              : “Oh yaudah hati-hati nanti mama telpon lagi..”
Aku                 : “Iya Mah..”
Sesaat setelah menutup telepon, aku segera keluar menuju tempat menjemur pakaian, karena disana tidak beratap dan aku bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dan ternyata benar saja, abu telah menutupi tempat itu dan langit masih gelap sekali padahal jam menunjukkan pukul 6 lewat. Matahari tertutup oleh abu. Dan abu masih turun layaknya salju bewarna abu-abu...
Aku pun cukup bingung karena ini pertama kali aku mengalami peristiwa hujan abu ini. Aku segera sms teman-temanku untuk memastikan apakah kuliah hari ini tetap diadakan. Sambil menunggu balasan dari mereka –karena sms saat itu juga cukup pending- aku memutuskan  untuk mandi dulu, antisipasi kalau kuliah pukul 07.30 nanti tetap diadakan. Usai mandi, aku bersiap-siap berangkat, sambil berpikir juga bagaimana caranya berangkat ke kampus. Naik sepeda tidak memungkinkan. Jalan kaki satu-satunya cara. Masalahnya di luar masih hujan abu itu berarti aku harus pakai payung, dan adakah yang dapat membuatku lebih galau lagi selain saat aku membutuhkan payung, aku baru ingat bahwa payungku kan rusak -_- oh no..
Di saat keadaan cukup galau itu, aku mendapat berita dari temanku bahwa SK Rektor memberitahukan bahwa perkuliahan di UGM hari ini diliburkan :) Alhamdulillah setidaknya aku tidak perlu bingung bagaimana caranya ke kampus di saat hujan abu seperti ini..
Semakin siang akhirnya sinar matahari mampu mengalahkan pekatnya abu di langit. Matahari mulai menampakkan cahayanya :) Menurut informasi yang ku dapat dari internet –ku akses lewat HP- bahwa wilayah Yogya memang mendapat dampak hujan abu yang cukup besar. Jalan-jalan di Yogya tertutup abu dan warga dimohon berhati-hati jika keluar rumah serta tentunya harus memakai masker. Aku juga melihat foto-foto yang di upload di media sosial twiiter tentang keadaan hujan abu saat itu. Ada yang mengupload foto di depan kosnya, di jalan raya, ataupun foto sederhana yang menampilkan tanaman-tanaman yang sekarang berwarna abu-abu.. Aku menyadari bahwa memang hujan abu ini berdampak cukup besar, bahkan  seorang temanku yang sudah keluar dan berkendara di jalan raya mengatakan bahwa “Di jalan raya kayak di padang pasir”
          Semoga Allah melindungi kita dan saudara-saudara kita yang terkena dampak lebih parah akibat peristiwa meletusnya Gunung Kelud ini.. Aamiin
Sekian sahabat yang dapat aku ceritakan tentang peristiwa pada hari ini.. terima kasih telah berkunjung ke My Rainbow :)
          Wassalamualaikum :)
Ditulis di siang hari
 Jumat, 14 Februari 2014
By. Suci Wulandari


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

"Saya tidak tahu apakah ini adalah langkah terakhir saya."