Kamis, 24 April 2014

Dimana Seharusnya Mahasiswa Berada?



Mahasiswa. Terdapat sebuah gelar ‘maha’ yang melekat padanya.  Menunjukkan bahwa mahasiswa harus mempunyai pemikiran yang luas tidak hanya untuk mengembangkan potensi dirinya tapi juga untuk membawa kebaikan di lingkungan sekitarnya. Mahasiswa yang biasanya diidentikkan dengan “the agent of change” harus mampu mengemban amanah besar ini. Sebab, siapa lagi yang kelak akan menjadi penerus bangsa ini kalau bukan mahasiswa ?
Lalu dimanakah para calon pemimpin bangsa (mahasiswa) seharusnya berada?
Mahasiswa harus berada di...
Di tengah-tengah masyarakat








Setelah melihat gambar-gambar tersebut, apa yang terlintas di pikiran kita sebagai mahasiswa? Sadar atau tidak mereka juga bagian dari bangsa ini. Mereka adalah subjek sekaligus objek perubahan. Apa yang bisa kita lakukan? Apakah kita akan diam saja? Lihat dalam-dalam, lebih jelas lagi, terlihat di mata mereka bahwa mereka membutuhkan kita. Mereka butuh perhatian kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka, seperti menghimpun dana dari teman-teman untuk membiayai sekolah anak yatim/kurang mampu, mengadakan event-event yang terjun langsung ke masyarakat misal mengadakan pengobatan gratis atau penyuluhan, mengaplikasikan penelitian-penelitian di sebuah desa yang dapat mengembangkan potensi desa tersebut, atau sekedar bermain dengan anak-anak mencoba memahami kondisi mereka dan meluruskan perilaku atau sikap mereka yang salah, atau sekedar mendengarkan keluhan orang tua mereka terkait masalah yang sedang mereka hadapi. Apapun itu, mahasiswa harus berada di tengah-tengah masyarakat, karena mereka butuh kepedulian kita..

Mahasiswa harus berada di...
Di barisan para pejuang

Menurut Study Transparency Internasional, Indonesia menempati peringkat ke 114 “Negara Tak Korup”. Bukankah ini kondisi yang memprihatinkan?





Apa yang terlintas di pikiran kita mengenai data-data tersebut? Sebagai mahasiswa itu merupakan bagian dari Pekerjaan Rumah yang harus kita selesaikan kelak, 10 atau 20 tahun mendatang. Tidak pantas rasanya jika mahasiswa bersikap acuh atas kondisi ini. Bukankah yang akan duduk di posisi pemerintahan yang membuat kebijakan-kebijakan adalah kita? Lalu bagaimana jadinya jika para calon yang akan duduk di kursi tersebut saat ini hanya berpaku tangan atau bersikap tidak peduli? Mahasiswa harus berada di barisan para pejuang. Bukan, bukan berjuang untuk kepentingan dirinya, tetapi berjuang untuk masa depan bangsa ini. Apapun profesi/bidang keahlian kita kelak, di bidang engineering, kesehatan, politik, atau pendidikan, mahasiswa harus turut serta dalam barisan perjuangan ini, menuju Bangsa Indonesia yang lebih maju dan bermatabat..

Mahasiswa harus berada di...
Di jalan yang Allah ridhoi


Di dalam setiap perjuangan yang dilakukan oleh kita sebagai mahasiswa, baik kuliah, organisasi, kegiatan sosial, penelitian, dan lainnya harus tetap berada di jalan yang Allah ridhoi. Tampaknya percuma jika setiap langkah yang kita lakukan tidak menyertakan Allah di dalamnya. Sebab, setiap perjuangan dan pengorbanan yang kita lakukan adalah untuk meraih ridho-Nya. Tidaklah ada apa-apanya jika kita hanya mengharapkan pujian atau sekedar ucapan terima kasih dari manusia karena balasan Allah atas perjuangan ini adalah suatu kepastian..
19 April 2014
-Suci Wulandari-



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

"Saya tidak tahu apakah ini adalah langkah terakhir saya."