Senin, 28 April 2014

Sosok Luar Biasa itu...

Hari ini aku merasakan sesuatu yang seolah-olah menampar diriku. Hari ini, aku baru menyadari satu hal, betapa luar biasanya dia. Aku baru memahami betapa beratnya amanah-amanah yang diembannya saat ini. Sungguh terlihat jelas di wajahnya tentang beratnya perjuangannya itu. Suatu hal  yang membuatnya luar biasa adalah tidak ada sedikitpun ia memperlihatkan lelahnya perjuangan ini. Tidak ada sedikitpun ucapan mengeluh yang keluar dari mulutnya. Tidak ada sedikitpun kata menyerah terlahir dari bibirnya. Aku seolah-olah ditampar oleh kehebatannya itu. Aku bahkan merasa sedih, sangat sedih. Aku merasa aku yang saat ini belum menjadi apa-apa, belum diamanahi sesuatu yang berat, justru seringkali mengeluh. Aku malu. Aku malu ketika mengingat sosoknya yang berjuang tanpa menyerah, tanpa mengeluh, seberapapun beratnya tugas dan amanah yang diembannya.
Dia adalah sosok yang begitu visioner, sosok yang begitu ingin memberikan kontribusi dan manfaat untuk orang banyak. Seorang yang berusaha keras agar ketika Sang Pencipta memintanya kembali, ia telah meninggalkan begitu banyak manfaat. Aku yakin yang membuat sosok luar biasa sepertinya untuk tetap bertahan di jalan ini adalah Allah. Mereka yang pantang menyerah ini pasti menjadikan Allah sebagai tujuan utamanya sehingga tak ada yang diharapkannya kecuali ridho Allah. Mereka tetap semangat pantang menyerah sebab mereka selalu yakin bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Karena Allah yang menjanjikan..
Akhirnya, pelajaran berharga yang dapat kuambil hari ini adalah agar aku selalu mengingat bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi manusia lain. Dan di dalam melaksanakan perjuangan ini tidak boleh mengeluh atau berputus asa serta selalu yakin akan pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang terus berusaha..

27 April 2014
Suci Wulandari


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

"Saya tidak tahu apakah ini adalah langkah terakhir saya."