Senin, 10 Februari 2014

Yuk Nulis #1


Assalamua’laikum sahabat :)
Apa kabar? Semoga dalam keadaan baik, sehat, dan penuh cinta #eh
Sahabat, aku sedang belajar menulis nih :D doakan istiqomah yaa :)
Karena kalau kata Imam Al Ghazali :
“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”.

Nah, memang tidak ada pilihan lain kan. Anak raja bukan, anak ulama juga bukan. Jadi, hmm oke harus jadi penulis :) hehehe.. Oya, sahabat  sekarang aku sudah masuk ke semester 2 nih.. alhamdulillah sudah 1 semester terlewati.. Semangat semester 2 (9^.^)9 hehehe
Sahabat, aku punya hobi baru lho... Jika ada waktu luang aku suka nonton video dakwahnya Ust. Felix Siauw.. Ya Allah seneng banget deh pokoknya bisa saksikan dakwah beliau meskipun tidak secara langsung. Cara beliau menyampaikan dakwah itu sangat aku suka, membuat semangat !! dan sindiran yang beliau berikan itu hmm bikin #jleb banget -_-
Salah satu video dakwah favoritku adalah ketika beliau menyampaikan materi tentang Muhammad Al Fatih.. Masya Allah keren banget.. Aku baru memahami betapa hebatnya sosok Muhammad Al Fatih setelah aku menyaksikan video dakwah Ust. Felix Siauw. Selain itu, ada satu hal yang baru aku sadari, “Mengapa tidak banyak anak-anak yang tahu tentang Muhammad Al Fatih? Justru mereka lebih paham tentang artis dan penyanyi. Padahal sosok Muhammad Al Fatih adalah sosok yang begitu hebat mampu menaklukan Konstatinopel. Sehingga seharusnya anak-anak lebih mengenal Muhammad Al Fatih daripada artis dan penyanyi itu.”
Ingat hadits ini kan sahabat
Rasulullah saw. pernah ditanya, “Kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu Konstantinopel” (HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)

Dan sekarang telah terbukti kebenaran hadits tersebut. Konstantinopel telah berhasil ditaklukan di bawah kepemimpinan Muhammad Al Fatih :)

Oya sahabat ini link videonya kalau mau download hehe

In sya’ Allah kapan-kapan aku bahas secara khusus ya tentang Muhammad Al Fatih..  Semoga Allah memudahkan :)
          Wassalamualaikum warohmatullah

Orang Cerdas


Orang cerdas tidak akan pernah berhenti belajar,
Karena ia tahu ilmu yang ia miliki masih cetek sehingga harus terus belajar |
Orang cerdas akan senang berbagi ilmu dengan orang lain,
Karena ilmu akan bermanfaat jika diajarkan dan diamalkan |
Orang cerdas tidak malu bertanya,
Karena ia lebih malu jika tidak bisa |
Orang cerdas mencintai belajar,
Karena ia ingin tahu mana yang benar dan mana yang salah |
Orang cerdas akan selalu berusaha,
Tanpa lupa berdoa kepada Allah |
Orang cerdas tidak melihat orang sukses dari apa yang ia punya sekarang,
Melihat bagaimana orang sukses itu mendapatkan apa yang ia punya sekarang |
Orang cerdas tidak akan membuang waktunya untuk iri kepada orang lain,
Tapi ia akan selalu bersyukur atas apa yang ia miliki |
Orang cerdas akan senang mendengarkan nasehat-nasehat,
Tidak hanya di dengarkan tapi juga dipahami dan dilaksanakan |
Orang cerdas selalu taat pada orang tua,
Karena ia tahu ridho Allah bergantung pada ridho keduanya |
Orang cerdas suka mencari banyak teman,
Memperbanyak pengalaman dan tak lupa mengambil pelajaran darinya |
Orang cerdas tidak hanya memahami yang sudah di kaji,
Tetapi juga berusaha mengkaji agar lebih mudah dipahami |



Sebuah pelajaran juga untuk diri sendiri,

karena seluruhnya diri ini adalah kekurangan

 By Suci Wulandari

:)

Kelak di saat pertama kali kau genggam tanganku,
Kita berdua pasti kan malu-malu |
Ah lucunya, karena memang begitulah cinta,
Cinta yang terindah ketika telah di ucap “sah” |
Hmmm tapi tunggulah dulu,
Siapkan dan pantaskanlah diri |
Karena jika ingin mendapatkan yang seperti Sayyidina Ali,
Kita harus menjadi seperti Siti Fathimah :)

Sabtu, 08 Februari 2014

Fenomena “Mahasiswa Tidur Di Kelas”


Salah satu fenomena yang dapat ditemukan di dunia perkuliahan adalah fenomena “mahasiswa tidur di kelas”. Mengapa ini menjadi sebuah fenomena yang penting dan harus dibahas? Sahabat, mari kita berpikir lebih dalam. Betapa beruntungnya kita menjadi salah satu dari sebagian kecil lulusan SMA di Indonesia yang dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, tetapi kita malah menggunakan kesempatan berharga itu dengan tidur di kelas. Tidakkah kita merasa malu kepada teman-teman kita yang hanya bisa memimpikan duduk di bangku perkuliahan, sedangkan kita yang sudah diberikan kesempatan berharga oleh Allah untuk merasakan nikmatnya menuntut ilmu ini, malah tidur di saat dosen sedang mengajar? Tentu ini merupakan tindakan yang tidak patut dilakukan oleh seorang yang mengaku sebagai mahasiswa. 

Ada beberapa “alasan” yang membuat mahasiswa tidur/tertidur di saat dosen sedang mengajar. Pertama, mahasiswa merasa kecapean. Ya, kita sebagai mahasiswa memang disibukkan dengan banyak kegiatan seperti organisasi, UKM, penelitian, dan juga tugas-tugas yang diberikan dosen. Tapi sayangnya hal ini seringkali dijadikan sebagai alasan pembenaran untuk tidur di kelas. Padahal apapun alasan yang diberikan, sekalipun alasan tersebut “terdengar benar”, tetap tidak dapat membenarkan sesuatu yang salah. Sesungguhnya padatnya kegiatan-kegiatan ini tetap bisa diatasi dengan manajemen waktu yang baik. Jika kita mampu me-manage waktu dengan baik, tentu kita dapat mengatur waktu istirahat, sehingga kita tidak akan tertidur di saat dosen sedang mengajar.
  
Alasan yang kedua, mahasiswa merasa tidak tertarik dengan materi yang disampaikan dosen atau dengan cara mengajar dosen. Dalam masalah ini memang dibutuhkan kerjasama yang sinergis antara dosen dan mahasiswa. Dosen harus mampu membawakan materi dengan baik sehingga mahasiswa merasa tertarik dengan apa yang sedang disampaikannya. Begitupun dengan mahasiswa. Kita harus menanamkan rasa keingintahuan yang dalam tentang materi yang sedang disampaikan dosen, sehingga kita akan senantiasa mendengarkan dan memperhatikannya.
Fenomena “mahasiswa tidur di kelas” ini seharusnya sudah dapat dihapuskan dari dunia perkuliahan. Karena mengingat betapa pentingnya peran kita (mahasiswa) sebagai pemuda yang bertanggungjawab atas masa depan bangsa ini, dan tugas berat ini tidak akan terlaksana dengan baik jika kita suka tidur di kelas. Berikut beberapa tips agar kita tidak tertidur di kelas.
Pertama, sebelum berangkat kuliah kita tanamkan dahulu rasa panasaran tentang ilmu apa yang akan kita dapatkan di kampus. Dengan rasa keingintahuan ini, otomatis kita akan mendengarkan materi  yang disampaikan dosen untuk membayar rasa keingintahuan kita tadi. Dan rasa penasaran ini muncul dengan membaca dahulu tentang materi yang terkait.

Tips yang kedua, posisikan duduk yang tegak atau minimal tidak terlalu menyender. Karena sadar atau tidak cara duduk juga berpengaruh terhadap timbulnya rasa ngantuk. Sebab, biasanya jika kita duduk terlalu bersandar di kursi akan membuat mudah mengantuk dan akhirnya tertidur. Berpangku tangan juga harus dihindari. Karena berpangku tangan ini biasanya identik dengan melamun. Jika sudah melamun, maka tingkat konsentrasi akan berkurang atau bahkan dapat berlanjut menjadi tertidur.
Tips yang terakhir, bayangkanlah seseorang yang hatinya tersakiti jika kita tidur di kelas. Seseorang itu adalah dosen dan orang tua kita. Bayangkan saja ketika dosen berbicara di depan kelas, menyampaikan materi kuliah, tetapi yang seharusnya mendengarkan malah tertidur. Bagaimana menurutmu perasaan beliau ketika melihat mahasiswa-mahasiswanya tertidur saat ia menyampaikan materi? Analogikan saja, kita sedang menjadi pembicara di sebuah acara. Ketika kita sedang serius menyampaikan materi, ternyata para peserta acara yang seharusnya mendengarkan dan memperhatikan malah tertidur. Bagaimana perasaan kita?
Seseorang yang lainnya, adalah Bapak Ibu kita. Bayangkan ada sebuah rekaman yang menunjukkan suasana sebuah perkuliahan. Di rekaman itu terdapat seorang dosen yang menyampaikan materi kuliah dan mahasiswa-mahasiswa yang mendengarkan. Tetapi terdapat seorang mahasiswa yang tertidur di saat dosen sedang menyampaikan materi. Ternyata seseorang itu adalah kita. Dan orangtua kita, Bapak Ibu kita melihat rekaman itu. Bayangkan bagaimana perasaan mereka? Seorang anak yang sedang diamanahi menuntut ilmu di sebuah universitas, mereka begitu percaya kepada kita, tetapi amanah dari orangtua itu kita coreng dengan tidur di kelas. Sungguh kita tidak mau mengecewakan mereka, bukan?
Nah, sahabat semoga tulisan yang singkat ini dapat membuat kita tersadar bahwa begitu banyak amanah dan tanggungjawab yang saat ini ada di pundak kita. Sebuah amanah besar dari  orangtua kita, serta tanggungjawab sebagai pemuda yang bertugas membangun bangsa ini. Tentu amanah dan tanggungjawab ini tidak patut kita rusak dengan tidur di kelas.
Sekian, semoga bermanfaat. Dan selamat mencari ilmu sahabat...
Semoga Allah memudahkan :) 
Sebuah pelajaran juga untuk diri sendiri,
karena seluruhnya diri ini adalah kekurangan

 By Suci Wulandari

Jumat, 07 Februari 2014

Sebuah Harapan untuk Anak Negeri


Kondisi anak-anak negeri saat ini menjadi sebuah kenyataan yang begitu memprihatinkan. Sebagian besar dari mereka tak lagi mempunyai semangat belajar. Anak-anak yang pergi ke sekolah pun tidak memahami betul apa tujuan mereka ke sekolah. Kecintaan mereka kepada ilmu telah memudar. Hal ini disebabkan kurangnya penanaman pemahaman kepada anak tentang tujuan mencari ilmu yang sebenarnya. Sebagian sekolah hanya membuat ilmu pengetahuan mereka bertambah tanpa diimbangi dengan bertambah baiknya moral dan perilaku mereka. Sebagai contoh banyak anak-anak di bawah umur yang terlibat dalam kasus pornografi dan/atau pornoaksi. Ini sungguh peristiwa yang mengiris hati. Belum lagi jika kita lirik anak-anak di perkotaan yang tidak sekolah karena alasan tidak adanya biaya. Keadaan mereka jauh memprihatinkan. Mereka hidup di sebuah dunia yang rawan kriminalitas. Tak jarang mereka terpaksa melakukan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan hanya untuk mengobati rasa lapar. Bangku sekolah tak menyentuh mereka. Ilmu agama pun mereka tak punya. Semua itu memang bukan sepenuhnya salah mereka. Keadaan dan lingkunganlah yang memaksa mereka menjadi seperti itu.


Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut muncul sebuah harapan besar. Harapan agar pemerintah benar-benar serius memperbaiki sistem pendidikan saat ini. Meratakan pendidikan ke seluruh pelosok negeri agar semua anak dapat merasakan indahnya menuntut ilmu. Para guru/pengajar juga harus mendidik moral anak menjadi lebih baik agar tak hanya nilai tinggi yang bisa mereka raih, tetapi juga akhlak yang mulia. Guru/pengajar juga harus menanamkan kecintaan mereka kepada ilmu sehingga tujuan mereka sekolah tak hanya sekedar mendapat ijasah lalu bisa bekerja nantinya. Mereka harus memahami tujuan mereka menuntut ilmu, yaitu mendapat ridho Tuhan dan memberi manfaat untuk orang lain. Dan pemahaman ini harus ditanamkan sejak mereka masih kanak-kanak.
"Saya tidak tahu apakah ini adalah langkah terakhir saya."