Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juli 2014

Atasi Krisis Negarawan Muda Indonesia!

Atasi Krisis Negarawan Muda Indonesia!

Apa yang terpintas dalam pikiran kita jika mendengar kata ‘Negarawan’? Seorang pemimpin atau seorang yang duduk di bangku pemerintahan? Ya, mungkin bisa disebut seperti itu. Akan tetapi, dalam pengertian yang lebih luas negarawan adalah seorang yang berperan dan berjasa dalam upaya membangun bangsa dan negaranya sebab orientasi seorang negarawan adalah bagaimana agar negaranya berkembang menjadi lebih maju dan bermatabat. Namun, esensi dari orientasi negarawan itu semakin hari kian memudar karena sebagian dari para politisi –yang menyebut diri sebagai negarawan- yang saat ini duduk di bangku pemerintahan, orientasi mereka telah bergeser tidak lagi untuk memajukan bangsa ini, melainkan untuk kepentingan diri sendiri. Faktanya, banyak kasus korupsi yang kian marak terjadi beberapa tahun belakangan ini. Belum lagi para politisi yang mementingkan kepentingan golongan sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak menguntungkan masyarakat. Padahal permasalaan-permasalahan bangsa masih banyak yang harus diselesaikan. Hal ini membuktikan bahwa saat ini Indonesia memang sedang mengalami krisis negarawan.
Indonesia menaruh harapan besar kepada mahasiswa untuk mengatasi krisis negarawan ini. Mahasiswa sebagai calon negarawan diharapkan mampu turut berkontribusi dalam upaya pembangunan bangsa. Namun, pembelajaran menuju negarawan yang baik bukanlah sesuatu yang instan. Mahasiswa harus terlebih dahulu melatih diri dengan ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan organisasi di kampus sebagai upaya pembelajaran awal untuk mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa yang lebih besar. Hal ini dapat melatih mahasiswa untuk lebih berpikir kritis, berjangka panjang, dan berfokus pada kepentingan masyarakat. Dengan demikian, akan tercipta jiwa pejuang dalam diri mahasiswa serta memunculkan semangat yang menggelora untuk memberikan perubahan pada bangsa. Apabila pemikiran dan karakter yang kuat ini telah tertanam dalam diri mahasiswa, maka tentu peristiwa krisis negarawan ini dapat teratasi.
Keinginan untuk turut berkontribusi serta berperan menjadi negarawan yang kelak mengurusi negara ini adalah sebuah pilihan masing-masing mahasiswa. Namun, perlu ditekankan kembali bahwa masa depan bangsa ini bergantung pada mahasiswa (pemuda) sebagai calon cendekiawan bangsa. Sekarang sebagai mahasiswa, serulah pada diri sendiri dengan mengatakan bahwa
“Kami lah calon negarawan muda Indonesia yang akan mengantarkan Indonesia menuju negara yang sejahtera dan lebih bermartabat”.

Insya Allah.. Aamiin
-Suci Wulandari-


Kamis, 24 April 2014

Seperti Apakah Pemimpin yang Baik?

Seperti Apakah Pemimpin yang Baik?
 

“Setiap manusia diamanahi menjadi seorang pemimpin
dan amanah ini suatu saat pasti
akan dimintai pertanggungjawabannya”


Pemimpin, ketika mendengar kata tersebut mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah seorang pemimpin negara, pemimpin organisasi, pemimpin lembaga, dan lainnya. Kemudian yang menjadi sebuah pertanyaan adalah sosok pemimpin seperti apakah yang sebenarnya dibutuhkan untuk dapat memimpin sebuah organisasi atau dalam lingkup yang lebih luas seperti sebuah negara?

Menjadi seorang pemimpin merupakan sebuah amanah besar yang harus dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggungjawab sebab kelak segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang pemimpin, mulai dari hal yang paling kecil sampai hal yang paling besar, akan diperhitungkan pada suatu hari yang pasti, yakni Hari Penghisaban.  Sesungguhnya setiap manusia diamanahkan oleh Allah untuk menjadi seorang pemimpin. Ya, setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin kita harus mampu mengorganisir diri dengan semaksimal mungkin, mulai dari manajemen waktu yang baik, mengontrol diri dalam berbicara, bersikap, dan berperilaku, sampai dalam hal menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan dan istirahat. Jika kita telah mampu menjadi pemimpin yang baik untuk diri kita sendiri barulah kita kembangkan potensi kepemimpinan ini dalam ranah yang lebih luas seperti organisasi atau lembaga.
Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi/lembaga merupakan sosok yang mempunyai peran penting terkait berkembang atau tidaknya organisasi/lembaga tersebut. Akibat peran penting yang diemban oleh seorang pemimpin, maka yang menjadi pemimpin suatu organisasi/lembaga haruslah seorang yang mempunyai parameter dan indikator sebagai pemimpin yang baik. Berikut adalah beberapa indikator yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin menurut penulis.
1.  Pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi anggotanya sebab pada hakikatnya kepemimpinan adalah sebuah seni mempengaruhi serta memberikan motivasi anggota untuk bekerja keras demi tercapainya tujuan dan cita-cita organisasi/lembaga tersebut.
2.     Pemimpin harus bersikap jujur dan dapat dipercaya. Kejujuran merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki setiap pemimpin sebab jika dalam hal kejujuran saja seorang pemimpin sudah meragukan maka bagaimana ia mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.
3.     Pemimpin harus bersikap adil dan bijaksana. Dalam menghadapi suatu permasalahan seorang pemimpin harus bijaksana memandang masalah tersebut dari berbagai sisi sehingga dalam penyelesaiannya yang didiskusikan bersama anggota, akan dihasilkan sebuah keputusan yang tidak menguntungkan salah satu pihak/golongan. Dengan demikian, hasil keputusan tersebut dapat bersifat adil.
4.  Pemimpin harus disiplin. Salah satu sifat yang dimiliki oleh pemimpin yang baik adalah disiplin. Artinya, setiap pemimpin harus mampu memajemenkan diri dengan baik sehingga kedisplinannya tersebut dapat dijadikan tauladan untuk para anggotanya.
5. Pemimpin harus mempunyai wawasan yang luas. Memimpin sebuah organisasi/lembaga berarti harus siap untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang menghampiri. Oleh karena itu, wawasan yang luas harus dimiliki setiap pemimpin untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
6.  Pemimpin harus mampu membangun kerja sama yang baik dengan anggotanya. Dalam mengelola sebuah organisasi/lembaga, seorang pemimpin tidaklah mampu untuk menjalankan dan mengelolanya sendiri, melainkan pasti membutuhkan kerjasama dengan anggota. Pemimpin harus dapat membentuk suasana kerjasama yang nyaman sehinnga anggota menjadi lebih produktif serta dengan kerja sama yang sinergis ini tujuan dan cita-cita organisasi dapat tercapai.
7.   Pemimpin harus berani untuk menegakkan hukum-hukum Allah. Dalam memimpin sebuah organisasi seorang pemimpin harus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mengarahkan anggota dan organisasi/lembaga yang dipimpinnya agar selalu berada di jalan yang Allah ridhoi sebab tanggungjawab sebagai seorang pemimpin bukanlah tanggungjawab yang main-main, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan.

Beberapa indikator yang telah disebutkan di atas memang bukan merupakan suatu hal yang mudah untuk dipenuhi, sebab manusia bukanlah makhluk yang sempurna, tentu memiliki kekurangan. Akan tetapi, seorang pemimpin yang baik akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut, mengingat amanah yang diembannya ini pasti kelak akan dimintai pertanggngjawabannya.

Suci Wulandari
23 April 2014


Bersyukurlah :)



Bismillaahirrahmaamirrahiim


Segala nikmat yang telah Allah limpahkan. Begitu banyak. Tak mampu diri ini menghitungnya. Namun, apa yang diri ini lakukan? Sering mengeluh dan lupa bersyukur..
“Fabiayyi Aalaairobbikumaa tukadzdzibaan”, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Sebanyak 31 kali Allah mengulangnya di dalam surat Ar-Rahmaan. Nikmat melihat, berjalan, berbicara, tersenyum, tertawa.. Nikmat kebersamaan dengan keluarga, sahabat, teman-teman... Nikmat berpikir, belajar, menuntut ilmu... Allah anugerahkan kepada seluruh hamba-Nya. Lalu, masih pantaskah diri ini mengeluh?
Mengeluh karena menu makanmu?
Lihatlah masih banyak saudara-saudara kita yang bersusah payah hanya untuk mendapat sesuap nasi tanpa lauk...
Mengeluh akan tugas-tugasmu?
Ingatlah di pelosok negeri sana banyak saudara-saudara kita yang merindukan nikmatnya menuntut ilmu...
Mengeluh karena amanah-amanah yang diberikan padamu?
Ingatlah perjuangan kita, belum ada apa-apanya dibandingkan perjuangan Rasul dan para Sahabat dalam menegakkan Islam...
Mengeluh karena masalah yang sedang menimpamu?
Lihatlah banyak saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian-ujian yang lebih besar...
Sahabat, setiap apa yang kita rasakan dan miliki saat ini adalah berkat Allah yang Maha Pemurah.. Dia melimpahkan segala nikmat yang patut kita syukuri.. Mulai dari hal kecil, mari kita belajar untuk selalu bersyukur, seperti mensyukuri nikmat melihat matahari pagi ini, mensyukuri nasi berlauk tempe siang tadi, mensyukuri senyum tulus yang diberikan oleh sahabatmu, mensyukuri butiran air hujan sore ini.. Setiap detail peristiwa yang kita alami hari ini, syukurilah...
Karea Allah berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7 :
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada-Mu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku maka pasti azab-Ku sangat berat”
Sudah sangat jelas bukan bahwa beryukur adalah pelipat ganda nikmat :)
Semoga melalui tulisan singkat ini, akan menambah rasa syukur dan menjauhkan kita dari sifat mudah mengeluh :)
Selamat Bersyukur !
Untuk kesekian kali,
 tulisan ini adalah sentilan untuk penulis
Ditulis  saat hujan di Sabtu siang
-Suci-



Dimana Seharusnya Mahasiswa Berada?



Mahasiswa. Terdapat sebuah gelar ‘maha’ yang melekat padanya.  Menunjukkan bahwa mahasiswa harus mempunyai pemikiran yang luas tidak hanya untuk mengembangkan potensi dirinya tapi juga untuk membawa kebaikan di lingkungan sekitarnya. Mahasiswa yang biasanya diidentikkan dengan “the agent of change” harus mampu mengemban amanah besar ini. Sebab, siapa lagi yang kelak akan menjadi penerus bangsa ini kalau bukan mahasiswa ?
Lalu dimanakah para calon pemimpin bangsa (mahasiswa) seharusnya berada?
Mahasiswa harus berada di...
Di tengah-tengah masyarakat








Setelah melihat gambar-gambar tersebut, apa yang terlintas di pikiran kita sebagai mahasiswa? Sadar atau tidak mereka juga bagian dari bangsa ini. Mereka adalah subjek sekaligus objek perubahan. Apa yang bisa kita lakukan? Apakah kita akan diam saja? Lihat dalam-dalam, lebih jelas lagi, terlihat di mata mereka bahwa mereka membutuhkan kita. Mereka butuh perhatian kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka, seperti menghimpun dana dari teman-teman untuk membiayai sekolah anak yatim/kurang mampu, mengadakan event-event yang terjun langsung ke masyarakat misal mengadakan pengobatan gratis atau penyuluhan, mengaplikasikan penelitian-penelitian di sebuah desa yang dapat mengembangkan potensi desa tersebut, atau sekedar bermain dengan anak-anak mencoba memahami kondisi mereka dan meluruskan perilaku atau sikap mereka yang salah, atau sekedar mendengarkan keluhan orang tua mereka terkait masalah yang sedang mereka hadapi. Apapun itu, mahasiswa harus berada di tengah-tengah masyarakat, karena mereka butuh kepedulian kita..

Mahasiswa harus berada di...
Di barisan para pejuang

Menurut Study Transparency Internasional, Indonesia menempati peringkat ke 114 “Negara Tak Korup”. Bukankah ini kondisi yang memprihatinkan?





Apa yang terlintas di pikiran kita mengenai data-data tersebut? Sebagai mahasiswa itu merupakan bagian dari Pekerjaan Rumah yang harus kita selesaikan kelak, 10 atau 20 tahun mendatang. Tidak pantas rasanya jika mahasiswa bersikap acuh atas kondisi ini. Bukankah yang akan duduk di posisi pemerintahan yang membuat kebijakan-kebijakan adalah kita? Lalu bagaimana jadinya jika para calon yang akan duduk di kursi tersebut saat ini hanya berpaku tangan atau bersikap tidak peduli? Mahasiswa harus berada di barisan para pejuang. Bukan, bukan berjuang untuk kepentingan dirinya, tetapi berjuang untuk masa depan bangsa ini. Apapun profesi/bidang keahlian kita kelak, di bidang engineering, kesehatan, politik, atau pendidikan, mahasiswa harus turut serta dalam barisan perjuangan ini, menuju Bangsa Indonesia yang lebih maju dan bermatabat..

Mahasiswa harus berada di...
Di jalan yang Allah ridhoi


Di dalam setiap perjuangan yang dilakukan oleh kita sebagai mahasiswa, baik kuliah, organisasi, kegiatan sosial, penelitian, dan lainnya harus tetap berada di jalan yang Allah ridhoi. Tampaknya percuma jika setiap langkah yang kita lakukan tidak menyertakan Allah di dalamnya. Sebab, setiap perjuangan dan pengorbanan yang kita lakukan adalah untuk meraih ridho-Nya. Tidaklah ada apa-apanya jika kita hanya mengharapkan pujian atau sekedar ucapan terima kasih dari manusia karena balasan Allah atas perjuangan ini adalah suatu kepastian..
19 April 2014
-Suci Wulandari-



"Saya tidak tahu apakah ini adalah langkah terakhir saya."