Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2014

Sekian Kilometer...

Sekian Kilometer...

Perjalanan hari ini, Ramadhan kali ini..
Ah sekian kilometer,
Roda sepedaku menjelajah
Mondar-mandir, sana-sini
Kemana?
                Panas matahari, dahaga dan lapar..
                Ah, tak seberapa
                Aku dan sepedaku tak pantas mengeluh
                Mereka yang telah lebih dulu bertempur pun
                Tak sedikitpun mengeluh
Ah, ini baru sekian kilometer
Perjalanan masih jauh, sangat jauh
Ujian di depan akan membutuhkan lebih banyak..
Pengorbanan, perjuangan, kesabaran, ketekunan
                Ah, sekian kilometer hari ini
                Sudahkah lurus niat karena-Nya?
                Sayang jika bukan untuk-Nya,
                Sia-sia perjalanan ini
                Percuma pengorbanan selama ini
Ah, sekian kilometer selanjutnya telah menunggu
Menanti ku lewati dengan sepedaku
Allah, luruskan niatku
Agar semua untuk-Mu selalu...


H1 Ramadhan
Ahad, 29 Juni 2014

Suci Wulandari

Jumat, 27 April 2012

Puisiku


Makna hidup

Sahabat…
Hidup itu bukanlah sebuah game
Hidup juga bukan sebuah pertandingan
Dimana kau semata-mata ingin selalu menjadi pemenang
Sobat…
Hidup mengajari untuk saling berbagi
Bukan untuk mementingkan diri sendiri
Hidup adalah saling mengasihi
Bukan saling menyakiti
Hidup menuntut kita untuk selalu berkata benar
Bukan menjadi pembohong besar
Teman…
Hidup bukanlah sebuah paksaan
Tapi hidup butuh sebuah keikhlasan
Hidup bukan sebuah kebohongan
Tapi hidup memerlukan sebuah kepercayaan
Hidup bukan tempat menaruh kebencian
Tapi hidup adalah sarana memaafkan
Hidup bukan untuk saling menyalahi
Tapi hidup itu belajar untuk saling menghargai
Kawan…
Percayalah… melukiskan kebahagiaan di hidup orang lain adalah sebuah kebahagiaan terbesar di hidup ini
Kawan…
Yakinlah… Tuhan telah mempersiapkan kebahagiaan yang luar biasa kepada manusia yang mengerti makna hidup dalam arti sesungguhnya


Created By: Suci Wulandari

Puisiku


Rumit

Kau serumit matematika
Banyak variabel padamu
Besarnya konstanta nilaimu
Membuat aljabar dirimu semakin sulit
Radian yang besar
Memperbesar jarak yang ku tempuh
Hingga saat ku menyerah
Di satu titik apotema
Keliling yang sulit kuhitung
Yang membuatku bingung
Bentuk kuadrat yang irrasional
Makin lelah ku menghitung
Kau adalah garis pelukis
Menghubungkan lingkaran dengan titik puncak
Menjadi sebuah kerucut yang runcing
Seruncing hatimu padaku
Aku dan dirimu bagai garis sejajar
Yang tak akan pernah bertemu
Rumus yang sulit
Kau yang rumit
Dan aku yang sakit

Created By: Suci Wulandari

Puisiku


Kau Puji Diriku

Bertubi-tubi kau hantam aku
Dengan kata-kata kiasmu
Ribuan syair kau buat
Berjuta puisi kau beri
Tak kunjung cair hati ini
Kau deskripsikan aku
Kau tuliskan dalam sebuah paragraf
Konotasi yang mengagumkan
Sedikit, namun bermakna dalam
Aku hanya objek pujianmu
Tanpa kau cari tahu kalimat utama di hatiku
Yang kutujukan untukmu
Kau hanya memberi berjuta pujian
Setumpuk syair dan puisi
Ribuan majas indah
Tanpa kau tahu alur cerita hidupku
Ku beri kau majas ironi
Mengandung satu jawaban pasti
Itulah balasanku
Bukti hatiku tak akan pernah luruh

Created By: Suci Wulandari

Puisiku


Terjerat virus

Kau jerat aku begitu sakit
Buatku tak berdaya
Kau infeksi kau dengan virusmu
Menyerang tiap organ dalam tubuhku
Melalui daur lisogenik
Menyerang begitu cepat
Tiap saraf pun tak luput
Setetes darah pun tak kau biarkan lolos
Virus mematikanmu
Menjerat begiut erat
Mengikat tiap keping darahku
Menyerang tiap sel darahku
Virus jahatmu
Memperlambat kerja otakku
Menghentikan sedetik kerja jantungku
Menyumbat pembuluh darahku
Menghabiskan seluruh oksigen di tubuhku
Ku ingin membunuh virusmu
Mencoba lepas darimu
Yang membuat sesak hidupku
Membuatku semakin lelah dan lemah
Lalu terpuruk dan terjatuh


Created By: Suci Wulandari

"Saya tidak tahu apakah ini adalah langkah terakhir saya."