Selasa, 27 Desember 2011

Apa Itu Filsafat?


          
       Filsafat. Pernahkah Anda mendengar kata itu? Ya mungkin pernah. Namun, apakah Anda pernah mencoba mengetahui arti filsafat sebenarnya?
Filsafat adalah usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang hakiki mengenai suatu hal dengan tidak dogmatis dan ceroboh.  Di mana usaha-usaha menjawab pertanyaan tersebut dilakukan secara kritis. Dapat juga diartikan sebagai kegiatan berpikir guna mencapai kebaikan dan kebenaran. Namun kegiatan berpikir dalam berfilsafat bukan sembarang berpikir, melainkan berpikir secara radikal sampai ke akar-akarnya.
         Berfilsafat berarti berpikir dengan tidak terbelenggu dengan pemikiran-pemikiran yang sudah diterima umum. Sebab apabila kita berpikir dengan terbelenggu oleh pemikiran-pemikiran umum, maka kita tidak akan mampu berpikir secara bebas. Di samping itu berpikir filfasat juga harus berpikir secara menyeluruh, tidak hanya pada bagian-bagian tertentu atau khusus saja yang sifatnya terbatas.
 Berpikir dalam filsafat juga harus mengacu pada kaidah-kaidah tertentu. Beberapa dari kaidah tersebut sudah saya sebutkan di atas, yaitu berpikir secara mendalam (radikal) serta berpikir secara menyeluruh (universal). Di samping itu berpikir filsafat harus sistematis tentang keterkaitan antara satu unsur dengan unsur-unsur lain sehingga tersusun sebuah pola pemikiran yang mana di antara unsur-unsur yang dipikirkan tersebut tidak terjadi sesuatu yang bertentangan dan tersusun secara logis. Ditambah lagi dalam berpikir serta melihat suatu gejala tidak hanya dari satu sudut pandang saja, melainkan dari berbagai sudut pandang (komprehensif).
Mengapa filsafat dirasakan oleh sebagian orang sebagai sesuatu yang rumit?. Ini dikarenakan mereka sejak awal sudah kurang tepat dalam mengartikan filsafat. Sebab baik disadari ataupun tidak berfilsafat bukanlah sesuatu yang asing dan terlepas dari kehidupan sehari-hari. Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin untuk dipikirkan dapat menjadi objek filsafat apabila selalu dipertanyakan, difikirkan dan ditelaah secara mendalam guna mencapai suatu kebenaran.
Langkah awal untuk masuk ke dalam dunia filsafat adalah pertama-tama kita harus membebaskan diri kita dari apa yang biasa disebut sebagai “manusia praktis”. Manusia praktis yaitu orang yang hanya mengenal kebutuhan materi, yang hanya menyadari bahwa manusia harus mengonsumsi makanan untuk jasmaninya, tapi tidak peduli dengan makanan untuk pikirannya. Tanpa menyadari bahwa segala kebaikan untuk tubuh sama baiknya dengan segala kebaikan untuk jiwa. Khususnya dalam kebaikan pikiranlah nilai-nilai filsafat bisa ditemukan. Orang-orang yang paham mengenai ini tidak akan memiliki asumsi bahwa berfilsafat adalah kegiatan yang membuang-buang waktu.
Namun bukan berarti dengan berfilsafat maka kita akan menemukan akhir pencarian dari sebuah pertanyaan. Sebab justru dengan berfilsafat maka dari pencarian suatu pertanyaan maka akan muncul pertanyaan-pertanyaan lain. Namun bagi saya disitulah asiknya berfilsafat. Filsafat seperti sebuah game di play station yang tak memiliki game over serta menyebabkan kecanduan untuk terus memainkannya. Apabila satu level telah selesai, maka kita akan diantarkan pada level selanjutnya. Dan begitu seterusnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

"Saya tidak tahu apakah ini adalah langkah terakhir saya."