Rabu, 19 Februari 2014

Beautiful :)



Assalamualaikum (‘o’)
Apa kabaar sahabaaat? |
Baaiikk... |
 ah itu jawaban yang udah biasa ._. |
 Hmm sekali lagi yaa.. Apa kabar sahabaaat ? |
Alhamdulillah, luar biasa, Allahuakbar !!!
Nah, gitu dong :D Alhamdulillah :)
          Sahabatku yang baik hatinya... pada post kali ini aku ingin menunjukkan beberapa gambar yang menunjukkan betapa indahnya ciptaan Allah, Dialah Pencipta terbaik, tak akan ada yang mampu menandingi :)
          Gambar yang pertama adalah ini



          Tebaak ini gambar apaa? Bukan rainbow cake, sahabat  -_-
Tapii ini gambar Tulip Fields, di Holland :) Masya Allah indah banget kan?? Benar-benar kuasa Allah yang menciptakan beragam warna bunga seindah itu :)
          Gambar yang kedua... jeng jeng jeng



          Hayooo tebak ini dimanaa?? Hmm ini asli di Indonesia lho!
Yupss, perkenalkan ini Bromo :D Bagus banget yaaa sahabat... aku udah pernah kesana lho pas tour SMA kelas XI.. alhamdulillah bahagia tiada terkira bisa berkunjung kesana :)
          Lanjut ke gambar yang ketigaa...




          Tebak lagii ini dimanaaa?? Di dalam negeri juga kok :3
Ini di komplek Candi Borobudur :) Masya Allah indah dan bersih sekali yaaa... walau aku belum pernah berkunjung kesana (padahal lagi tinggal di Jogja -_-) semoga segera bisa maiiin kesanaaa :)
          Nah sekian dulu yaaa yang aku tampilkan...
          Semoga dapat menambah rasa syukur kita kepada Allah akan begitu banyak ciptaan-Nya yang indah :)
          Terima kasih telah berkunjung ke My Rainbow :)
          Salam Semangat (9^.^)9
Gambar ini di dapat dari WorldWide Collection

Selasa, 18 Februari 2014

Aku, Pemuda Muslim Penerus Bangsa



Suci Wulandari, itulah nama pemberian kedua orangtuaku. Belasan tahun yang lalu aku dilahirkan di sebuah keluarga kecil sederhana. Aku lahir dari seorang ibu hebat bernama Sunarti dan seorang ayah bernama Suyono. Aku juga mempunyai seorang kakak bernama Puji Astuti. Perbedaan umur kami terlampau cukup jauh, yakni tujuh tahun.  Di keluarga kecil inilah aku diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan bahagianya mempunyai keluarga.
Aku terlahir di bumi yang subur tanahnya, kaya lautnya, emas dan logam berlimpah, yakni Tanah Air tercinta Indonesia. Saat ini aku sedang menuntut ilmu di Perguruan Tinggi tepatnya di Universitas Gadjah Mada. Allah telah mengabulkan doaku untuk kuliah di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Senang dan penuh rasa syukur karena Allah memberiku sebuah kesempatan emas untuk menimba ilmu di Universitas Gadjah Mada. Aku anggap kesempatan yang telah Allah berikan ini menjadi sebuah tanggungjawab besar. Itu berarti aku harus memberikan kontribusi kepada agama, bangsa dan negara. Aku harus memberi manfaat kepada orang banyak. Kedua orangtuaku juga sangat mendukungku untuk melanjutkan studi ke jenjang universitas. Mereka berharap aku dapat menjadi orang yang berilmu dan dapat mengamalkan ilmu yang aku miliki. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Di bidang teknik yang aku tekuni saat ini, akan ada banyak hal yang dapat aku lakukan sebagai wujud kontribusiku pada negeri.
Aku dan berjuta pemuda Indonesia berkewajiban untuk mengubah bangsa ini menjadi lebih baik. Tidak sepantasnya kita hanya berpangku tangan menyaksikan keadaan bangsa yang kian hari kian memprihatinkan. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi para generasi bangsa. Sebagai salah seorang yang beruntung dapat menimba ilmu di universitas, peluang besar ini harus  kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk sungguh-sungguh mencari ilmu dan mengamalkannya serta memecahkan pelbagai permasalahan bangsa yang menjadi tanggungjawab kita sebagai pemuda untuk menyelesaikannya.
Di dalam Alquran Allah telah berjanji manusia beriman yang berbuat kebajikan baginya pahala dan surga. Jadi, aku ingin melakukan suatu hal yang berguna bagi orang lain dengan tidak berharap pujian dari manusia yang dapat menimbulkan kesombongan di dalam diri, melainkan mengharapkan ridho Allah Swt, Sang Maha Pencipta. Mungkin persoalan yang menimpa bangsa kita saat ini memang sudah terlalu banyak dan rumit. Tetapi kita tidak boleh menyerah dengan keadaan ini. Justru tanggungjawab besar inilah yang harus kita pikul, kita cari solusinya bersama, dan yakin Indonesia pasti bisa. Percayalah dan jangan khawatir, Allah tidak akan memberikan cobaan melainkan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya.
Allah telah menganugerahkanku tangan, kaki, mata, telinga, mulut yang lengkap. Aku harus menggunakan semua nikmat itu untuk suatu yang bermanfaat. Begitu pula potensi-potensi yang ada dalam diriku. Aku harus menggali potensi yang aku miliki sehingga dapat memberi banyak manfaat untuk orang lain.
Dalam jangka pendek ini, aku bertekad untuk mempelajari secara mendalam ilmu teknik di jenjang S1 ini. Selain itu, aku juga akan ikut dalam organisasi-organisasi di kampus yang tentunya akan memberikan banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang tidak bisa didapat dari pelajaran di kelas. Di organisasi kita akan dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang menuntut kita menemukan solusi terbaik untuk masalah-masalah tersebut. Dengan demikian kita akan terlatih untuk menyelesaikan permasalahan yang lebih berat seperti permasalahan bangsa yang menjadi tugas kita bersama.
Setelah lulus jenjang S1, aku ingin melanjutkan studi S2 dan S3 untuk lebih memperdalam ilmu di bidang teknik. Selain itu, aku juga ingin memperdalam ilmu Alquran, yakni sebuah kitab Suci yang telah Allah turunkan untuk menjadi pedoman hidup manusia. Jika kita mengkaji Alquran lebih dalam maka segala permasalahan kehidupan dapat terselesaikan. Kita akan takjub ketika menemukan sebuah solusi dari permasalahan yang sekian lama berusaha untuk diselesaikan, ternyata telah Allah turunkan kunci penyelesaiannya sejak dahulu. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa muslim, wajib bagiku untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat, agama, bangsa, dan negara, mencoba menyelesaikan persoalan hidup yang beragam dengan menjadikan Alquran sebagai pedoman. Semoga tekad kuat yang ada dalam diriku ini dapat terlaksana dan Allah memberikan kemudahan dalam pelaksanaannya. Aamiin :)

Senin, 17 Februari 2014

Hujan Abu~~



Assalmaualaikum sahabat :)
Sahabat, hari ini ada sebuah peristiwa yang terjadi. Segala rencana hari ini semua tertunda. Allah berkehendak lain, sahabat. Gunung Kelud di kediri meletus dan Yogyakarta (kotaku berada saat ini) terkena dampaknya, hujan abu melanda kota ini. Ya, memang jarak antara Kediri dengan Yogya sekitar 300 km, namun arah abu vulkanik ini terbang menjauh ke arah barat daya, sehingga terjadilah hujan abu disini...
Sahabat, sebenarnya ada cerita yang cukup lucu pagi tadi dan akan aku ceritakan disini :)
Pagi itu aku bangun seperti biasa, setelah sholat shubuh dan membaca Al-Kahfi (hari ini hari Jumat kan? :)), aku berencana untuk menyetrika sebelum berangkat kuliah. Ya hari ini aku ada kuliah pukul 07.30, karena saat itu masih sekitar jam setengah 6 aku pun memutuskan untuk menyetrika dahulu –pakaian yang menumpuk itu sudah memanggil-manggil minta di setrika- Setelah menyetrika aku berniat mandi dan bersiap-siap menuju kampus. Namun, tiba-tiba ada sms masuk yang memberitahu bahwa nomor sekian menghubungi anda. Setelah ku perhatikan ternyata itu nomor mamaku. Aku sempat heran juga ada apa telpon pagi-pagi dan kenapa kok HP ku tidak bisa menerima telpon. Akhirnya, aku misscall mama. Setelah aku misscall barulah mama bisa menelponku. Percakapan antara aku, mama, dan ibu kos (lho kok ada ibu kos? Nanti aku ceritakan hehe)
Mama           : “Kok tadi di telpon tidak bisa?”
Aku             : “Iya, gak tau, Mah. Hpnya gak dede matiin kok. Ada apa, Mah?”
Mama           : “Disana hujan abu gak?”
Aku             : “Hujan abu?” (jujur saat itu aku bingung ditanya tentang hujan abu)
Saat itu ternyata ibu kos sedang berada di dekat kamarku sehingga dapat mendengar percakapanku dengan mama.
Ibu kos         : “Iya mbak sedang hujan abu. Gunung Kelud meletus”
Kalian bayangkan perasaanku pada saat itu. Aku yang sedang di Yogya malah tidak tahu apa-apa justru diberitahu sama mama yang berada di Tangerang tentang hujan abu ini. Mama memang the best.
Aku           : “Eh iya mah, kata ibu hujan abu.” (pantas saja, tadi aku memang sempat berpikir kok gelap sekali, ah mungkin diluar mendung. Anggapanku sebelum mengetahui bahwa sedang hujan abu)
Mama              : “Iya kan? Mama tadi liat di berita katanya Yogya terkena hujan abu. Kamu kuliahnya gimana?”
Aku                 : “Iya gak tau, Mah. Nanti tanya temen dulu...”
Mama              : “Oh yaudah hati-hati nanti mama telpon lagi..”
Aku                 : “Iya Mah..”
Sesaat setelah menutup telepon, aku segera keluar menuju tempat menjemur pakaian, karena disana tidak beratap dan aku bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dan ternyata benar saja, abu telah menutupi tempat itu dan langit masih gelap sekali padahal jam menunjukkan pukul 6 lewat. Matahari tertutup oleh abu. Dan abu masih turun layaknya salju bewarna abu-abu...
Aku pun cukup bingung karena ini pertama kali aku mengalami peristiwa hujan abu ini. Aku segera sms teman-temanku untuk memastikan apakah kuliah hari ini tetap diadakan. Sambil menunggu balasan dari mereka –karena sms saat itu juga cukup pending- aku memutuskan  untuk mandi dulu, antisipasi kalau kuliah pukul 07.30 nanti tetap diadakan. Usai mandi, aku bersiap-siap berangkat, sambil berpikir juga bagaimana caranya berangkat ke kampus. Naik sepeda tidak memungkinkan. Jalan kaki satu-satunya cara. Masalahnya di luar masih hujan abu itu berarti aku harus pakai payung, dan adakah yang dapat membuatku lebih galau lagi selain saat aku membutuhkan payung, aku baru ingat bahwa payungku kan rusak -_- oh no..
Di saat keadaan cukup galau itu, aku mendapat berita dari temanku bahwa SK Rektor memberitahukan bahwa perkuliahan di UGM hari ini diliburkan :) Alhamdulillah setidaknya aku tidak perlu bingung bagaimana caranya ke kampus di saat hujan abu seperti ini..
Semakin siang akhirnya sinar matahari mampu mengalahkan pekatnya abu di langit. Matahari mulai menampakkan cahayanya :) Menurut informasi yang ku dapat dari internet –ku akses lewat HP- bahwa wilayah Yogya memang mendapat dampak hujan abu yang cukup besar. Jalan-jalan di Yogya tertutup abu dan warga dimohon berhati-hati jika keluar rumah serta tentunya harus memakai masker. Aku juga melihat foto-foto yang di upload di media sosial twiiter tentang keadaan hujan abu saat itu. Ada yang mengupload foto di depan kosnya, di jalan raya, ataupun foto sederhana yang menampilkan tanaman-tanaman yang sekarang berwarna abu-abu.. Aku menyadari bahwa memang hujan abu ini berdampak cukup besar, bahkan  seorang temanku yang sudah keluar dan berkendara di jalan raya mengatakan bahwa “Di jalan raya kayak di padang pasir”
          Semoga Allah melindungi kita dan saudara-saudara kita yang terkena dampak lebih parah akibat peristiwa meletusnya Gunung Kelud ini.. Aamiin
Sekian sahabat yang dapat aku ceritakan tentang peristiwa pada hari ini.. terima kasih telah berkunjung ke My Rainbow :)
          Wassalamualaikum :)
Ditulis di siang hari
 Jumat, 14 Februari 2014
By. Suci Wulandari


Rabu, 12 Februari 2014

My Rainbow :)



Assalamua’laikum sahabat  :D
Sekarang  ada yang beda lho dari blog aku.. Hayo apaa? Yups benar nama blog  ini aku ganti menjadi  “My Rainbow :)” Salah satu alasan aku mengganti nama blog ini dengan “My Rainbow :)”  karena aku suka dengan pelangi, salah satu karya cipta Allah yang terindah..
(Just for your information, aku juga suka rainbow rose dan aurora borealis, berharap suatu saat bisa melihatnya secara langsung.. aamiin )
Selain itu, sebab munculnya pelangi memberikan pelajaran kepada kita, bahwa “Tenanglah serta yakinlah, Allah pasti menyiapkan sesuatu yang indah setelah perjuangan yang kita lakukan, bukankah pelangi muncul setelah terjadinya hujan :)?”
Satu hal lagi yang aku sadari, mengapa Allah menciptakan langit berwarna biru, mengapa tidak warna-warni? Karena jika langit berwarna warni tentu kita tidak bisa melihat indahnya pelangi :)
Dengan bergantinya nama blog ini, aku berharap “My Rainbow :)” bisa mendatangkan keceriaan dan kebermanfaatan kepada sahabat-sahabat yang berkunjung, serta selalu mengingatkan kita bahwa “Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan” Allah yang janji :)
Wassalamualaikum :D



"Saya tidak tahu apakah ini adalah langkah terakhir saya."